Kenapa Memilih Muhammadiyah?

Assalamualaikum, “Kenapa Memilih Muhammadiayah?”
ya … kira – kira itu lah judul untuk artikel yang ingin saya tulis, berbagi proses ikhtiar / memilih kemanakah aku terjun untuk medakwahkan agama islam yang agung ini.

Setiap harakah pasti memiliki tujuan mulia, namun metodologinya berbeda – beda, menyesuaikan dimana ia memulai pergerakannya, karna setiap tempat mempunyai kondisi sosial, kultur dan budaya yang berbeda – beda dengan masalah dan latar belakang yang beragam.

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendiskreditkan harakah tertentu, justru penulis mengajak untuk berfikir, apakah berdakwah harus berjamaah atau bergabung dengan semacam ormas islam? ataukah sendiri – sendiri?

insyaa allah segera dirampungkan, mohon doanya

mungkin sebelum mengetahui jawabannya, bro and sis bisa cek artikel saya yang membahas tentang proses hijrah saya :

https://willymasrur.wordpress.com/2017/05/12/hijrah-sang-penari/?frame-nonce=66fb0f70fe

meskipun gak menarik – menarik amat semoga bermafaat, amiin 🙂

Advertisements

Zakir naik ?

Ya, akhir – akhir ini media digemparkan dengan isu bahwa zakir naik telah di banned di sejumlah negara, dan indonesia negriku tercinta termasuk.

Alhamdulillah beliau telah memberi klarifikasi tentang isu tersebut, dan beliau menjelaskan bahwa isu itu tidak benar, dan yang benar hanya 1 negara saja yang melakukannya.

Entah kenapa banyak sekali tulisan – tulisan yang tidak bertanggungjawab yang siap mengubah opini kebanyakan netizen tentang keburukan – keburukannya.

Na’udzubillah sampai kapan fitnah yang sedemikian rupa terus berlanjut? Setidaknya kita berupaya minimal tidak membagikan berita/wacana semisal karna itu jelas bibit perpecahan dalam persaudaraan sesama muslim.

Marilah kita menahan diri untuk menjadi gunting ukhuwah islamiyah, adapun beliau (zakirnaik) adalah pendakwah kontemporer yang pasti tidak luput dari kesaalahan.

Bukankah imam syafii tidak melakukan qunut ketika shalat shubuh di dekat makam imam abu hanifah? Inilah contoh adab ketika berbeda pendapat oleh imam mujtahid, yang alhamdulillah hal semisal pernah dipraktekkan antara as sudais dan buya hamka.

Sekali lagi, mari kita berusaha menahan diri menjadi gunting – gunting tak bertanggung jawab dan siap mempererat ukhuwah islamiyah di nusantara yang kita cintai ini

bersambung, insyaa allah

Allahu a’lam

Lulusan IT kok lanjut ke bahasa arab?

Hohoho saya cukup sering mendapatkan lontaran pertanyaan seperti ini, dan saya sudah siap ditertawakan tentunya karena ini adalah pilihan saya.

Saya mahasiswa ma’had umar bin khottob universitas sidoarjo baru masuk tahun lalu, dan masih berlanjut sampai sekarang, dan tentunya senin depan depannya lagi adalah ujian (ikhtibar/imtihaan), semoga mendapat hasil yang memuaskan amiin.

Bercerita tentang perjalanan hijrah memang cukup menggelikan, entah kenapa.

2 tahun yang lalu adalah saya diwisuda, alhamdulillah lulus smkn 2 buduran sidoarjo jurusan RPL (apa itu? Pokoknya IT).
Bersambung … insyaallah