Zakir naik ?

Ya, akhir – akhir ini media digemparkan dengan isu bahwa zakir naik telah di banned di sejumlah negara, dan indonesia negriku tercinta termasuk.

Alhamdulillah beliau telah memberi klarifikasi tentang isu tersebut, dan beliau menjelaskan bahwa isu itu tidak benar, dan yang benar hanya 1 negara saja yang melakukannya.

Entah kenapa banyak sekali tulisan – tulisan yang tidak bertanggungjawab yang siap mengubah opini kebanyakan netizen tentang keburukan – keburukannya.

Na’udzubillah sampai kapan fitnah yang sedemikian rupa terus berlanjut? Setidaknya kita berupaya minimal tidak membagikan berita/wacana semisal karna itu jelas bibit perpecahan dalam persaudaraan sesama muslim.

Marilah kita menahan diri untuk menjadi gunting ukhuwah islamiyah, adapun beliau (zakirnaik) adalah pendakwah kontemporer yang pasti tidak luput dari kesaalahan.

Bukankah imam syafii tidak melakukan qunut ketika shalat shubuh di dekat makam imam abu hanifah? Inilah contoh adab ketika berbeda pendapat oleh imam mujtahid, yang alhamdulillah hal semisal pernah dipraktekkan antara as sudais dan buya hamka.

Sekali lagi, mari kita berusaha menahan diri menjadi gunting – gunting tak bertanggung jawab dan siap mempererat ukhuwah islamiyah di nusantara yang kita cintai ini

bersambung, insyaa allah

Allahu a’lam

Advertisements

Lulusan IT kok lanjut ke bahasa arab?

Hohoho saya cukup sering mendapatkan lontaran pertanyaan seperti ini, dan saya sudah siap ditertawakan tentunya karena ini adalah pilihan saya.

Saya mahasiswa ma’had umar bin khottob universitas sidoarjo baru masuk tahun lalu, dan masih berlanjut sampai sekarang, dan tentunya senin depan depannya lagi adalah ujian (ikhtibar/imtihaan), semoga mendapat hasil yang memuaskan amiin.

Bercerita tentang perjalanan hijrah memang cukup menggelikan, entah kenapa.

2 tahun yang lalu adalah saya diwisuda, alhamdulillah lulus smkn 2 buduran sidoarjo jurusan RPL (apa itu? Pokoknya IT).
Bersambung … insyaallah

Sampai kapan kita berselisih ( Ukhuwah di atas tauhid)

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Allah, yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kita, siapa diantara kita yang paling baik amalnya.

Salawat serta salam semoga tercurahkan kepada rasulullah , keluarganya, para sahabatnya, tabiin, taibut tabiin, dan mukmin yang senantiasa teguh diatas jalan ini.

Allah Berfiman :

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Ali Imron : 103)

Ayat ini saya gunakan sebagai pengantar / muqoddimah karna kali ini saya akan berbagi soal ukhuwah. Hampir seluruh ormas islam/gerakan islam menggunakan ayat ini untuk mengingatkan akan pentingnya berukhuwah, dan pentingnya tidak bercerai -berai, karena persaudaraan / ukhuwah yang telah kita nikmati ini adalah suatu nikmat.

Mari kita bersama – sama berkaca diri, sudahkah kita Read More »